SEDEKAH TANPA UANG
SEDEKAH TANPA UANG
oleh
H. Rifqi Fauzi, Lc.
”Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.”(QS al-Baqarah [2]:148)
Mendengar ayat di atas, beberapa orang sahabat, dari kalangan Muhajirin yang miskin, mengadu kepada Rsulullah bahwa mereka iri dengan keadaan para sahabat yang lain. Karena berkecukupan, maka mereka akan gampang untuk berbuat kebaikan. Sementara mereka, karena kepapaannya, hanya bisa memberikan sedikit, atau malah tidak sama sekali.
Dalam pikiran mereka, sahabat-sahabat lain bisa mendapat pahala yang lebih besar, karena mereka bisa bersedekah dengan hartanya. Terlebih sahabat-sahabat yang kaya pun sama giatnya dalam mengerjakan ibadah yang lainnya.
Mendengar pengaduan tersebut lalu Rasulullah bersabda, ”Bukankah Allah telah menjadikan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir kalian sebagai sedekah? Begitupun dengan memerintah kepada yang makruf dan melarang perbuatan mungkar merupakan bagian dari sedekah.” (HR Muslim).
Dalam riwayat lain Rasulullah menjelaskan bahwa menebar senyuman kepada orang lain dan membuang duri dari jalan yang biasa dilewati banyak orang merupakan bagian dari sedekah. Begitupun dengan tutur kata yang baik juga merupakan sedekah. (HR Bukhari)
Ada dua hikmah yang bisa ditarik dari kisah di atas. Pertama, sungguh mulia kepribadian para sahabat, karena mereka iri pada tempatnya. Mereka iri bukan karena kenikmatan duniawi, akan tetapi mereka merasa takut kalau tidak bisa berlomba mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Begitupun dengan kemulian ajaran Islam, tidak mengukur kebaikan seseorang dari tahta, derajat, dan kekayaan.
Kedua, Islam memberikan kemudahan dan taklif sesuai kadar dan kemampuan seseorang. Sebagaimana firman-Nya, ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS al-Baqarah [2]:286).
Sedekah yang pada mulanya merupakan perintah untuk mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki, namun dengan kemudahan ajaran Islam, Rasulullah memberi alternatif mengenai arti sedekah bagi yang tidak mampu dalam harta, menjadi setiap amalan kebaikan merupakan sedekah. Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadu Sholihin, menempatkan amar ma`ruf dan nahi munkar merupakan sedekah yang paling utama. Selaras dengan firman Allah SWT, ”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.” (QS ali-Imran [3]: 110). Wallahu a`lam bish-shawab.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa SMA QSBS Al-Kautsar 561 Tahun 2026: Mengantarkan Generasi Masa Depan
Cineam, 9 Mei 2026 – SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) Al-Kautsar 561 menyelenggarakan kegiatan Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 di
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur: Gelar Karya Kelas XI QSBS Siapkan Generasi Industri 5.0
Sekolah kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi unggul melalui kegiatan Gelar Karya Projek Kewirausahaan Kokurikuler Kelas XI SMA QSBS yang dilaksanakan pada tanggal 1&
Santri QSBS Ini Berhasil Menuntaskan Hafalan 30 Juz di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi para pencinta Al-Qur’an. Di tengah suasana penuh keberkahan itu, sebuah capaian membanggakan lahir dari SMA Quranic Science Board
Program Unggulan Ramadhan: 500 Santri Al-Kautsar 561 Ikuti Dauroh Tahfizh Intensif
Rajadatu, 22 Februari 2026 – Memasuki bulan suci Ramadhan, Pesantren Al-Kautsar 561 kembali menyelenggarakan salah satu program unggulannya, yaitu Dauroh Tahfizh Al-Qur’an.
Merajut Ukhuwah, Menguatkan Iman di Bulan Penuh Berkah
Rajadatu, Ahad (15/02/2026) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, keluarga besar SMP/SMA QSBS, SMK ABPS dan KMI menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan di lingkungan
Sepekan Bersama Bahasa Arab: Daurah Bahasa Arab QSBS Latih Siswa Menjadi Fasih dan Percaya Diri
Quranic Science Boarding School (QSBS) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik unggulan berupa Daurah Bahasa Arab sebagai bentuk komitmen pesantren dalam memperkuat kompetensi bahasa
Peringatan Hari Guru Nasional 2025: “Guru Hebat, Indonesia Kuat”
Tasikmalaya, 22 November 2025. SMP-SMA Quranic Science Boarding School dan SMK AgroPreneur Boarding School Al-Kautsar 561 menggelar Peringatan Hari Guru Nasional dengan meriah di Aula A
Campus Tour 2025: Menapaki Dunia Kampus, Menyongsong Masa Depan
SMA Quranic Science Boarding School kembali melaksanakan kegiatan Campus Tour 2025 dengan tema “Beyond the Classroom: Stepping Closer to Campus Life and the Future.” Kegiata
Sejarah Masjid Agung Manonjaya
Masjid Agung Manonjaya adalah masjid yang terletak di Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bagian utara dan selatan masjid berbatasan dengan
Mengasah Keterampilan, Menyemai Kecintaan pada Bahasa Arab
QSBS Gelar Dauroh Bahasa Arab untuk Siswa SMP-SMA Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi yang unggul dalam penguasaan bahasa Arab, SMP-SMA Quranic Science Boarding School (QSB


