• SMA QURANIC SCIENCE BOARDING SCHOOL
  • Hafidz, Cerdas dan Mampu Memimpin

ISI CERPEN ANAK QSBS INI MASUK JUARA 3 NASIONAL

Sejarah Kelam Indestria

Karya: Fida Izzatunnisa

 

Gedung berwarna biru muda tampak dikerumuni manusia. Mereka menjerit, menangis, memohon kepada Tuhan agar dengan baik hati mengizinkan orang–orang yang mereka sayangi dapat hidup kembali.

Wanita berjas putih mematung di laboratorium lantai 25, menyaksikan layar monitor yang menampilkan bagaimana setiap orang tumbang tak berdaya. Tangannya mengelap keringat di pelipis kananya. Ia merasakan pusing tak tertahankan. Sudah berbulan–bulan ia bekerja keras siang dan malam demi menyelamatkan nyawa ribuan manusia.

Seseorang datang menghampirinya.

“Prof. Azura, virus itu telah menyebar ke seluruh galaksi kita. Ia bermutasi sangat cepat dan bulan ini adalah puncaknya. Kita harus bawa vaksin itu secepatnya.”

Azura terlihat sangat stres, penglihatannya mengabur, kemudian gelap menyambutnya.

            ----------------------------------------------------------------------------------------------

Tujuh bulan sebelumnya.

Pagi hari di planet Indestria. Planet yang sangat maju di bidang teknologi. Kereta berkecepatan tinggi, humanity robot, hologram, dan berbagai teknologi lainnya yang mungkin masih belum banyak digunakan di planet lainnya.

Indestria adalah planet pelopor perkembangan teknologi. Orang–orang di Indestria tidak pernah kehabisan ide untuk menciptakan ataupun memperbaharui teknologi yang sangat bermanfaat bagi manusia.

Seorang wanita muda sedang menikmati sarapannya. Ia seseorang yang cukup berbeda dari kebanyakan orang di Indestria. Meskipun begitu, ia yakin bagaimanapun keadaannya ia pasti akan bermanfaat suatu hari nanti. Setelah sarapan ia bergegas pergi dan memakai jas putih kebaggaannya, ia juga menyematkan name tag bertuliskan Prof. Azura Pramudia Ketua Labaratorium Indestria.

Sesampainya di Laboratorium, ia disambut hangat oleh sahabatnya.

“Pagi Zura, apakah kau masih yakin kita akan berguna? Aku kuliah masuk jurusan itu kan karena mu, aku juga bekerja di Lab ini karena mu. Andai saja aku punya teman selain kamu, pasti aku sudah menjadi ilmuan robot hari ini, atau aku sudah memiliki jabatan tinggi di planet ini.” Kata Nayara mengoceh.

“Sudahlah Naya, lajutkan lagi penelitian mu. Lagian aku juga tidak penah menyuruhmu untuk mengambil jurusan ini.”

“Ah kau ini, selalu saja projek dan projek lagi, memang ada gunanya?”

Azura tidak menggubrisnya. Ia lelah mendengar ocehan Naya yang selalu saja mengeluhkan hal yang sama.

Planet Indestria ini dikenal sebagai pelanet yang sangatlah kurang memerhatikan penelitian akan kesehatan manusia. Di sini hanya ada satu laboratorium utama dan beberapa laboratorium kecil di rumah sakit. Itulah mengapa Azura dianggap aneh. Ia lebih tertarik pada penelitian, mengotak-atik mikroskop dan larutan–larutan zat berwarna warni.

Sore ini Azura menikmati segelas teh hangat. Tiba–tiba dr. Arion dari rumah sakit Indestria menelfonya.

“Zura, apakah kau sudah melihatnya?”

“Apa?”

“Laporan dari laboratorium Planet Cheres. Mereka mengatakan bahwa ada virus yang menyerang planet mereka, virus itu sudah mewabah. Mereka menyebar sangat cepat.”

“Virus apa? Apakah sudah ditemukan jenisnya?”

“Ya, namanya Coronavirus Desease baru ditemukan dan telah menyebar luas. Kemungkinan besar planet kita juga akan menerima dampaknya.”

“Akan segera aku analisis dan peringatkan rakyat kita agar waspada.”

Malam itu, diperingatkan kepada seluruh rakyat untuk waspada. Namun, respon mereka jauh berbeda. Mereka tidak mempercayainya, mereka tetap beraktivitas walau pemerintah sudah melarangnya.

Sepuluh hari kemudian.

Seorang wanita bernama Alieen menderita batuk, sesak nafas, dan demam yang sangat tinggi. Ia dilarikan ke rumah sakit Indestria, diduga seminggu yang lalu ia baru saja melakukan kontak langsung dengan Arabella, temannya dari Planet Cheres. Tak lama dari itu, Arabella dinyatakan positif terkena corona di Planet Cheres.

Alieen kemungkinan besar juga menderita penyakit yang sama. Setelah diisolasi dan dilakukan pengecekan oleh para dokter. Alieen dinyatakan positif terkena corona.

Semakin hari virus corona semakin tak terkendali, memporak porandakan Indestria. Korban semakin berjatuhan, tim medis dan tim analisis yang hanya sedikitpun kewalahan. Meskipun begitu, rakyat tetap saja tidak menghiraukannya. Mereka bebas berkegiatan semau mereka. Pemerintah telah menyerah, tak ada lagi hukum yang tegas untuk menindak rakyat yang melanggar.

      Bulan demi bulan berlanjut dan Indestria semakin terpuruk. Rumah sakit tak bisa lagi menampung pasien. Ekonomi hancur karena teknologi bukan lagi prioritas utama bagi tiap planet. Banyak perusahaan Indestria yang bangkrut. Pemerintah kelabakan mencari dana untuk pembiayaan pasien.

Rakyat yang masih sehat terpaksa mengurung diri di rumahnya. Rakyat harus bisa mengatur persediaan makanan yang ada, karena harga makanan yang dijual pun sangat mahal, ditambah lagi dengan penjarahan di mana-mana. Setiap orang berkata “Indestria telah mati. Indestria tak mungkin bisa bangkit lagi.”

Malam itu awan mendung menyelimuti purnama, menghidupkan suasana sayu di Indestria. Bintang paling terang seakan menjadi penyampai harapan kebangkitan Indestria. Di saat satu pintu tertutup, di saat itu jugalah ada pintu yang terbuka. Indestria pun begitu, harapan datang saat Arion mengirimkannya jurnal vaksin dari sebuah virus purba yang dapat ditemukan di Planet Jerius.

“Kita harus ke sana!” Perintah Azura pada Arion.

“Jarak planet itu sangat jauh, butuh dua hari perjalanan untuk sampai di sana”

“Tak apa, ini satu–satunya harapan kita. Besok pagi kita berangkat.”

Perjalanan itu dilakukan. Setelah dua hari perjalanan, mereka sampai di Planet Jerius. Jerius bukanlah planet yang tangguh dalam teknologi, biasa-biasa saja, namun bisa dilihat, laboratorium di sana sangat maju. Orang–orang berjas putih menjadi dominan di sana. Masyarakat yang ramah dan teratur.

Azura dan Arion menuju ke Laboratorium utama Jerius. Prof Adhitama menyambut mereka.

“Kudengar kalian akan datang untuk membawa virus purba itu. Aku yakin di planet kalian yang indah itu, kalian tak akan bisa melemahkan virus purba ini untuk dijadikan vaksin.”

“Lalu bagaimana rencana mu?” Tanya Arion.

“Menetaplah dahulu di sini, setidaknya tiga hari. Mari kita proses dahulu vaksinnya, dan kalian akan membawa vaksin sebagai obat bukan virus yang bahkan lebih membahayakan.”

Hasil kerja keras mereka tidak sia–sia. Berbagai uji coba telah dilakukan, dan terbukti bahwa vaksin ini sangat efektif untuk melawan virus corona.

“Pulanglah sekarang dan bawa vaksin itu berapapun yang kalian butuhkan. Selamatkan planet kalian dan jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran, bahwa hal yang sering kalian anggap tidak penting justru adalah hal yang paling dibutuhkan. Begitupun dengan hal yang sering kalian prioritaskan adalah hal yang tak begitu penting dalam hidup kalian.” Kata Prof Adhitama.

     Sore ini adalah akhir dari penyelamatan. Azura pulang dan disambut dengan penuh kehormatan. Satu per satu rakyat di Indestria mulai pulih, begitupun dengan panet Indestria yang perlahan bangkit menjadi planet yang lebih baik dari sebelumnya.    

Tentang Fida Izzatunnisa

Aku seorang manusia yang tak pernah luput dari dosa. Diberi nama Fida Izzatunnisa. Nama yang biasa saja, namun bagiku sangat bermakna. Aku lahir di bumi pada 29 Mei 2004 di Tasikmalaya. Aku tumbuh dan tetap tinggal di Tasikmalaya, tepatnya Kecamatan Cineam.

Aku putri ke–2 dari umi dan abiku tercinta. Aku punya 2 saudara, tapi aku tetaplah satu–satunya putri dari mereka. Ya, saudaraku laki–laki semua. Di usia yang ke–16 ini, aku menempuh pendidikan di SMA Quranic Science Boardin School, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di SMPN 1 Cineam dan SDN 1 Cineam.

Aku suka membaca, menulis, dan tentu saja berimajinasi. Aku punya banyak mimpi, salah satunya membuat dan mempublikasikan buku karyaku. Melalui cerpen ini aku memulai langkahku. Seberapa pantas dan sudah sejauh mana aku melangkah. Hingga dapat mengukur apakah tulisanku sudah bisa disebut karya atau tidak. Terima kasih telah bersedia membaca.

Komentar

Maasyaaa Alloh barokalloh fikum nak... Keren sekali karya mu. Semoga bisa terus menerus berkarya dan menjadi penulis hebat

Masha Allah anak ibu super keren, semoga karya-karya mu terus bersinar ya nak, menjadi penulis hebat yang bisa mengangkat Alquran di dalamnya ❤️

Tulisan yang tertata rapi dan bahasa yang mudah dipahami meskipun bercerita tentang imajinasi, sangat menarik dan bagus sekali sebagai sebuah karya, selamat ????????

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SANTRI SMA QSBS BERHASIL MENGGONDOL MENDALI EMAS DALAM KOMPETISI OLIMPIADE BIOLOGI LOPI 2021

Admin QSBS, Kab. Tasikmalaya – Santri Tasikmalaya kembali harumkan nama SMA Quranic Science Boarding School. Shandyka Reza Asefi atau akrab dipanggil Dyka ini adalah salah sa

28/02/2021 10:05 - Oleh Administrator - Dilihat 472 kali
YAYASAN AL-KAUTSAR LANTIK KEMBALI SDM

  LPI UBAH SISTEM LAMA Admin QSBS, Kab. Tasikmalaya – Yayasan Al-Kautsar 561 melantik Lembaga Pendidikan Islam (LPI) beserta jabatan lainnya di lingkungan pesantren Al-K

20/02/2021 09:01 - Oleh Administrator - Dilihat 109 kali
PRESTASI DI TENGAH PANDEMI SISWA SMA QSBS RAIH MEDALI PERAK OLIMPIADE KIMIA INDONESIA

Kab. Tasikmalaya - Kabar baik di tengah pandemi Covid-19 ini, M. Dihya Aby Abdi Manaf atau akrab disapa IBNI ini berhasil kembali membanggakan SMA Quranic Science Boarding School di aja

28/01/2021 18:52 - Oleh Administrator - Dilihat 207 kali
Sekolah Sambil Menghafal Alquran di SMA dan SMP Quranic Science Boarding School

SMA Quranic Science Boarding School ingin mencetak penghafal alquran yang mengusai ilmu pengetahuan dan iptek. Cineam, Kab. Tasikmalaya – SMA dan SMP Quranic Science Boarding Scho

19/01/2021 21:43 - Oleh Administrator - Dilihat 133 kali
Ibni Sosok Siswa Berprestasi Gemilang dan Membanggakan

Belum genap satu tahun sekolah di SMA QSBS Al Kautsar 561 Tasikmalaya, dengan nama M. Dihya Aby Abdi Manaf (Ibni), ia sudah meraih sederet penghargaan dalam perlombaan di bidang akademi

07/12/2020 16:51 - Oleh Administrator - Dilihat 198 kali
Memaknai Pembelajaran Quranic Science

Bagian KeduaOleh : Runjai Wangsa LaksanaLitbang Yayasan Al Kautsar 561 Tasikmalaya Peran ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks) yang dikerjakan secara individual atau kelompok masyar

30/11/2020 15:19 - Oleh Administrator - Dilihat 75 kali
Pesantren Baru Peroleh Prestasi Nasional | QSBS

  SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) berada di bawah Yayasan Al Kautsar 561 Tasikmalaya yang berdiri pada tahun 2020 ini. Alhamdulillah dimulai dengan 52 santri (20 laki-la

20/10/2020 08:13 - Oleh Administrator - Dilihat 81 kali
IBNI : Peraih Medali Perak dalam KSN 2020 Bidang Kimia | SMA QSBS

SMA QSBS MERAIH MEDALI PERAK DI AJANG KOMPETISI SAINS NASIONAL 2020 dan berkesempatan Menuju IChO 2021 di Jepang. Alhamdulillah wa syukru lillah, selamat dan sukses untuk Santri SMA Qur

17/10/2020 17:25 - Oleh Administrator - Dilihat 100 kali
SATGAS COVID 19 AL-KAUTSAR 561

November 2019 Corona Virus Disease 19 (Covid 19) mulai muncul di Wuhan Tiongkok. Wabah ini mulai menyebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia pada tanggal 2 maret 2020 terkonfirmasi kas

15/10/2020 13:00 - Oleh Administrator - Dilihat 126 kali
PROGRAM PROPOSAL HIDUP SMA QURANIC SCIENCE BOARDING SCHOOL AL KAUTSAR 561 (MENULIS MASA DEPAN PEMUDA)

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka” (QS

15/10/2020 12:52 - Oleh Administrator - Dilihat 297 kali